Ketika Hewan Bukan Sekadar Hewan
Di zaman modern, hewan dianggap sahabat manusia dari kucing rumahan hingga gajah di alam liar.
Namun, di masa lampau, hewan tidak hanya dipelihara, tapi juga disembah sebagai dewa.
Bagi peradaban kuno, hewan dianggap memiliki kekuatan gaib dan simbol keilahian.
Beberapa bahkan diyakini sebagai penjelmaan langsung dari para dewa.
Berikut adalah beberapa hewan yang pernah dianggap suci dan disembah di berbagai belahan dunia.
1. Kucing – Pelindung dan Simbol Dewi Bastet (Mesir Kuno)
Di Mesir Kuno, kucing menempati posisi istimewa. Mereka dianggap sebagai hewan suci milik Dewi Bastet, dewi pelindung rumah tangga dan kebahagiaan.
Kucing dilindungi oleh hukum; siapa pun yang membunuh kucing bahkan tanpa sengaja bisa dihukum mati!
Kucing juga dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa keberuntungan.
Ketika seekor kucing mati, keluarga Mesir akan berkabung dan bahkan mencukur alis sebagai tanda duka.
Fakta unik: Di kota Bubastis, ditemukan ribuan mumi kucing yang dimakamkan secara terhormat seperti manusia.
2. Sapi – Simbol Kesuburan dan Keberkahan (India & Mesir)
Sapi telah lama dianggap suci, terutama dalam agama Hindu di India.
Bagi umat Hindu, sapi adalah simbol kehidupan, kasih sayang, dan sumber keberkahan.
Dalam kitab Weda, sapi disebut sebagai “Gaumata” (Ibu Suci) karena memberikan susu sumber gizi utama umat manusia.
Bahkan hingga kini, sapi masih dihormati dan tidak boleh disakiti di banyak daerah di India.
Selain itu, di Mesir Kuno, sapi juga dikaitkan dengan Dewi Hathor, dewi cinta dan kesuburan.
3. Ular – Simbol Kehidupan Abadi dan Kekuatan Gaib
Ular adalah hewan misterius yang memiliki makna mendalam di banyak budaya kuno.
Dalam mitologi Mesir, ular kobra melambangkan perlindungan kerajaan dan menjadi simbol pada mahkota para firaun.
Sementara itu, di Yunani kuno, ular dianggap simbol penyembuhan dan pengetahuan.
Tongkat Asclepius, dewa pengobatan Yunani, digambarkan dengan ular yang melilit tongkat dan hingga kini menjadi simbol medis di seluruh dunia.
Di sisi lain, di kebudayaan lain seperti di Amerika Tengah, ular dipercaya sebagai makhluk antara dunia manusia dan dewa, pembawa pesan dari langit.
4. Elang – Utusan Langit dan Simbol Kekuatan
Elang sering dikaitkan dengan langit dan dewa matahari.
Dalam mitologi Romawi dan Yunani, elang adalah hewan suci milik Dewa Zeus (Jupiter) sang penguasa langit dan petir.
Elang dianggap simbol kekuasaan, kejayaan, dan kebebasan.
Itu sebabnya banyak kerajaan dan negara modern menggunakan simbol elang pada lambangnya, termasuk Amerika Serikat dan Jerman.
Di suku-suku Indian Amerika, elang dipandang sebagai makhluk spiritual tertinggi, pembawa doa menuju surga.
5. Gajah – Lambang Kebijaksanaan dan Keberuntungan
Dalam kepercayaan Hindu dan Buddha, gajah dianggap sebagai hewan suci.
Dewa Ganesha, yang berkepala gajah, adalah dewa kebijaksanaan dan pembuka jalan rezeki.
Gajah juga melambangkan kekuatan, kesabaran, dan kebijaksanaan.
Bahkan di Asia Tenggara, banyak kuil kuno yang menyertakan patung gajah sebagai penjaga spiritual.
🐘 Fakta menarik: Di Thailand, gajah putih dianggap sebagai simbol kerajaan dan keberuntungan tertinggi.
6. Buaya – Dewa Sungai dan Dunia Bawah (Mesir Kuno)
Mesir Kuno juga memuja Dewa Sobek, yang digambarkan sebagai manusia berkepala buaya.
Sobek dianggap sebagai pelindung Sungai Nil, sumber kehidupan utama Mesir.
Warga Mesir percaya bahwa buaya melambangkan kekuatan, perlindungan, dan kesuburan.
Beberapa buaya bahkan dimumikan dan dikuburkan di kuil khusus sebagai bentuk penghormatan.
7. Merak – Simbol Keabadian dan Keindahan (India & Yunani)
Burung merak dianggap hewan surgawi di banyak budaya.
Dalam mitologi Hindu, merak adalah kendaraan Dewa Kartikeya, dewa perang dan keberanian.
Sementara di Yunani kuno, merak dikaitkan dengan Dewi Hera, lambang keindahan dan kesetiaan.
Bulu merak yang bermata seribu dianggap melambangkan pengawasan para dewa.
Kesimpulan
Dari kucing di Mesir, sapi di India, hingga gajah di Asia hewan-hewan ini membuktikan betapa manusia zaman dahulu memiliki hubungan spiritual yang kuat dengan alam.
Mereka melihat hewan bukan sekadar makhluk hidup, tetapi perwujudan kekuatan alam dan simbol ilahi.
Kini, meskipun zaman telah berubah, nilai penghormatan terhadap hewan tetap penting bukan lagi sebagai dewa, tetapi sebagai sahabat hidup yang patut dijaga dan dihormati.
