Fenomena Aneh: Kota yang Tak Pernah Melihat Matahari
Bayangkan tinggal di kota yang selalu gelap, di mana matahari hampir tidak pernah muncul sepanjang tahun.
Apakah mungkin? Apakah benar ada kota di dunia ini yang hidup dalam kegelapan tanpa cahaya matahari sama sekali?
Fakta atau hanya mitos mari kita telusuri kisah menarik dan ilmiah di balik fenomena ini.
Asal Mula Mitos “Kota yang Selalu Gelap”
Cerita tentang kota yang selalu gelap sering muncul di berbagai sumber mulai dari legenda Nordik, kisah rakyat, hingga konten viral di media sosial.
Banyak yang menyebut nama-nama seperti:
Mereka dikatakan sebagai “kota tanpa matahari.” Tapi apakah benar begitu?
Fakta Ilmiah: Fenomena “Polar Night”
Ternyata, kegelapan panjang di kota-kota tersebut bukan karena kutukan atau mitos kuno, melainkan fenomena alam bernama “Polar Night” (Malam Kutub).
Fenomena ini terjadi di wilayah dalam lingkaran Arktik atau Antartika, di mana matahari tidak terbit sama sekali selama musim dingin.
Durasi kegelapan bervariasi dari beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung seberapa jauh kota itu dari Kutub.
Misalnya:
- Barrow, Alaska: mengalami malam tanpa matahari selama 65 hari, dari pertengahan November hingga akhir Januari.
- Longyearbyen, Norwegia: gelap total selama empat bulan penuh, dari Oktober hingga Februari.
Namun, meskipun matahari tidak terlihat di langit, ada cahaya redup dari cakrawala (twilight) yang membuat kota tidak sepenuhnya gelap total.
Bagaimana Warga Bertahan di Kota Gelap?
Menjalani hidup tanpa cahaya matahari selama berbulan-bulan tentu bukan hal mudah.
Warga di wilayah kutub memiliki cara unik untuk beradaptasi:
- Lampu khusus (sun lamps): digunakan untuk meniru cahaya matahari dan menjaga ritme tidur.
- Aktivitas sosial di dalam ruangan: bioskop, olahraga indoor, dan festival musim dingin menjadi rutinitas.
- Makanan tinggi energi: seperti ikan salmon dan daging rusa, untuk menjaga suhu tubuh tetap hangat.
- Warna-warna cerah di rumah: digunakan agar suasana tetap ceria meski di luar gelap gulita.
Menariknya, banyak warga yang justru menikmati suasana malam panjang mereka menyebutnya “musim ketenangan.”
Keindahan yang Tak Tergantikan: Aurora Borealis
Salah satu hadiah terindah dari kegelapan ini adalah Aurora Borealis atau Cahaya Utara.
Langit di kota-kota seperti Tromsø (Norwegia) dan Fairbanks (Alaska) akan bersinar dengan gelombang cahaya hijau, ungu, dan biru yang menari di langit malam.
Fenomena ini disebabkan oleh interaksi partikel matahari dengan atmosfer bumi pemandangan langit paling ajaib di dunia.
Jadi, meski matahari “menghilang”, alam menggantinya dengan pertunjukan cahaya yang luar biasa.
Mitos vs Fakta
| Mitos | Fakta |
|---|---|
| Ada kota yang gelap sepanjang tahun tanpa cahaya matahari sama sekali. | Tidak ada kota yang benar-benar gelap sepanjang tahun. Fenomena “malam panjang” hanya terjadi di musim dingin dan berlangsung beberapa bulan. |
| Warga tidak bisa hidup normal tanpa sinar matahari. | Mereka beradaptasi dengan teknologi, pola hidup, dan aktivitas musim dingin. |
| Kota-kota tersebut berbahaya atau berhantu. | Justru sebaliknya mereka menjadi destinasi wisata populer karena keindahan aurora dan budaya uniknya. |
Kota yang Tidak Pernah Gelap: Kebalikan dari Fenomena Ini
Uniknya, di musim panas kota-kota tersebut mengalami kebalikan dari “malam kutub” disebut “Midnight Sun”.
Saat itu, matahari tidak pernah terbenam dan tetap bersinar 24 jam penuh!
Jadi, di tempat yang sama kamu bisa mengalami dua keajaiban alam berlawanan:
- Musim dingin tanpa matahari
- Musim panas tanpa malam
Kesimpulan
Jadi, apakah “kota yang selalu gelap sepanjang tahun” itu nyata?
Jawabannya: Tidak sepenuhnya benar.
Yang benar adalah ada kota-kota yang mengalami malam panjang selama beberapa bulan, terutama di wilayah kutub utara dan selatan.
Fenomena ini adalah bagian dari keajaiban bumi yang menunjukkan betapa luar biasanya planet kita.
Bukan kutukan, bukan misteri tapi seni alam yang menakjubkan.
